ISRAEL KALAHKAN HAMAS, NEGARA ISLAM TERDIAM KAKU

PALESTINA, BS – Prolog dari kutipan berita ini adalah bagaimana umat Islam sedunia termasuk Indonesia mengutuk serangan Israel ke Gaza Palestina.

Tetapi kenyataannya, kecuali Libanon dengan kelompok Hizbullahnya yang berani ikut bertempur melawan Israel.
Selain itu seluruh negara Islam tidak ada yang berani memerangi Israel karena negara tersebut dibekingi oleh Amerika, NATO dan sekutunya.

Bahkan tidak sedikit Negara Islam yang ikut mendukung kebrutalan Israel ini meski tidak secara terang-terangan.

Dan pada titik nadirnya rakyat Palestina yang berjuang dalam kesendiriannya mengibarkan bendera putih meninggalkan negeri yang sudah menjadi neraka dunia

Israel Umumkan Kalahkan Hamas

Israel mengaku mengalahkan Hamas di pos terdepan kelompok itu, di Gaza, setelah pertempuran sengit 10 jam. Tentara Israel mengatakan pertempuran berlanjut semalaman di Jabalia, sebelah utara Kota Gaza.

“Tentaranya mengambil alih pos terdepan Hamas,” ujar laporan Al Jazeera.

Selama pertempuran 10 jam, militer Israel mengatakan tentaranya menghadapi dan membunuh pejuang Hamas. Israel juga menambahkan bahwa senjata Hamas telah disita dan terowongan dihancurkan.

Hal ini juga dilaporkan media Israel, Times of Israel. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukan Brigade Infanteri Nahal merebut benteng Hamas, yang dikenal sebagai pos terdepan 17.

“Menemukan banyak senjata dan menemukan terowongan, termasuk satu terowongan yang terletak berdekatan dengan taman kanak-kanak yang mengarah ke rute bawah tanah yang luas,” klaim laporan tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari Hamas soal ini. Kemarin, Israel mengumumkan telah sampai ke jantung kota Gaza, di Gaza Utara.

10.569 Warga Gaza Tewas

Angka korban di Gaza terus bertambah. Dari data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, 10.568 orang tewas karena serangan Israel sementara 4.324 luka-luka.

Dari keseluruhan korban, sebagian besar adalah anak-anak dan wanita. Namun hingga kini, Israel mengatakan tak akan melakukan gencatan senjata.

Sementara itu, lebih dari 155 orang telah terbunuh dan 2.250 orang terluka di Tepi Barat. Di Israel sendiri, 1.400 orang tewas dan lebih dari 7.198 orang terluka.

Warga Gaza Kibarkan Bendera Putih

Warga Gaza mengibarkan bendera putih dan memegang kertas identitas, Tabu. Ini dilakukan saat meraka berbondong-bondong mengikuti perintah Israel untuk pindah dari wilayah utara ke selatan.

Video dari lokasi kejadian, termasuk yang dipublikasikan oleh militer Israel, menunjukkan sejumlah warga Palestina menuju ke selatan. Termasuk anak-anak, wanita dan orang lanjut usia.

Berbicara kepada CNN International, para pengungsi mengatakan mereka telah berjalan berjam-jam. Beberapa dari mereka tidak membawa apa-apa selain botol air, sementara yang lain membawa bendera putih, menandakan harapan mereka untuk perjalanan yang aman.

“Saya membawa tanda pengenal saya karena saya diberitahu bahwa itu (jalan) akan aman, saya tidak tahu apakah saya akan diizinkan masuk atau tiba di selatan,” katanya.

“Saya adalah penduduk lingkungan Al-Shejaiya… Kami melihat kematian dengan mata kepala sendiri, lantai meledak dari bawah kami. Saya hanya punya satu putra dan tiga putri, saya tidak bisa berjalan, kemana kami harus pergi? Tidak ada rumah, tidak ada makanan, tidak ada air; mereka tidak meninggalkan apa pun kepada kami,” kata Zaher, ibu empat anak.

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, sekitar 5.000 orang melarikan diri ke Gaza selatan dengan berjalan kaki selama empat jam pada hari Senin. Israel telah mengklaim membuka “koridor kemanusiaan” selama empat jam setiap hari bagi warga Gaza untuk bergerak ke selatan.

DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER MEDIA INTERNASIONAL
(Tim BS)

Array
Related posts