Nanan Ajak Warga Lubuklinggau Pilih Walikota Yang Berpengalaman, Pekerja Keras Dan Ikhlas Mengabdi

LUBUKLINGGAU, BS – Ke mana arah dukungan SN Prana Putra Sohe Walikota Lubuklinggau dua periode 2013-2018 dan 2018 – 2023 dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau tahun 2024 ?

H. SN Prana Putra Sohe yang telah berhasil membawa kemajuan kepada kota Lubuklinggau mengatakan :
Untuk melanjutkan pembangunan Kota Lubuklinggau kedepan diperlukan sosok yang mampu bekerja keras, dan rela mengabdi.

Bagi Nanan (sapaan akrab beliau, red) yang terpenting Walikota Lubuklinggau ke depan adalah orang yang faham tentang Kota Lubuklinggau, dan berpengalaman.
Bukan hanya sekedar memahami geografis dan kultur budaya masyarakat Kota Lubuklinggau.Tapi lebih utama paham dan memiliki pengalaman tentang pemerintahan Kota Lubuklinggau dan semua aspek terkait Pemerintahan Kota Lubuklinggau.

“Kalau berbicara paham tentang geografis Kota Lubuklinggau. Paham kultur budaya masyarakat, Nanan yakin semua kandidat paham tentang itu,” katanya Selasa (14/5/2024)

“Tapi yang kita butuhkan paham tentang pemerintahan dan tentunya juga paham dalam hal geografis dan kultur budaya masyarakat,” tambahnya.

Sebab menurutnya untuk melanjutkan pembangunan di Kota Lubuklinggau kedepan ini juga dibutuhkan pemimpin yang rela berkorban mengabdi untuk masyarakat Kota Lubuklinggau bukan sosok yang mementingkan mencari uang semata.

“Kalau pemimpin Kota Lubuklinggau mengutamakan mencari uang untuk kepentingan pribadi maka beban daerah berat” ujar Nanan.

Menurut Nanan sosok yang tepat terhadap kriteria tersebut adalah H. Rodi Wijaya (HRW). Yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD dan juga sekaligus ketua DPD Golkar Kota Lubuklinggau

HRW sudah tidak diragukan lagi pengalamannya di Pemerintahan. Karena sudah 3 periode jadi anggota dan Ketua DPRD Kota Lubuklinggau.

Dari sejumlah nama yang bakal nyalon Walikota Lubuklinggau hanya HRW yang jabatannya paling tinggi dan paling berpengalaman.

Nanan pun mengakui selama dirinya menjabat Walikota Lubuklinggau bermitra dengan legislatif dipimpin HRW hubungan eksekutif dan legislatif sangat baik.
Kalau hubungan eksekutif dan legislatif tidak baik, tidak sejalan maka tidak akan bisa melakukan pembangunan.
Karena DPRD mengesahkan anggaran. kalau anggaran tidak disetujui DPRD, maka pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik.

“Rodi Wijaya mampu mengajak rekan-rekannya di DPRD untuk bermitra baik dengan eksekutif sehingga pembangun di Kota Lubuklinggau ini berjalan,” ungkapnya.

Tidak hanya di Pemerintahan, HRW juga mampu memimpin organisasi baik di organisasi partai politik maupun organisasi kemasyarakatan.

Selaku Ketua DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau, HRW mampu mempertahankan Partai Golkar menjadi pemenang Pemilu.

Partai Golkar dapat 6 kursi sudah bisa mencalonkan sendiri pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota.

Demikian juga diorganisasi kepemudaan HRW pernah menjadi Ketua KNPI Kabupaten Musi Rawas.

Saat menjabat Ketua KONI Kota Lubuklingau HRW mampu membawa nama baik Kota Lubuklinggau di tingkat Sumsel karena masuk 3 besar di Pekan Olaraga Provinsi (Porprov).

Banyak prestasi yang berhasil diraih HRW namun prestasinya tidak muncul ke permukaaan karena kalah pamor dengan Walikota, H SN Prana Putra Sohe saat itu.
“Namun hal itu dapat dibuktikan bahwa prestasi Rodi Wijaya mumpuni,” ungkap Nanan.

Anggota DPR-RI terpilih ini menegaskan, pernyataan ini diungkapkannya bukan karena HRW adalah adik iparnya tapi karena memang HRW telah berbuat untuk Kota Lubuklinggau. Serta melalui proses yang panjang.

“Rodi Wijaya sudah lama jadi ketua DPRD Kota Lubuklinggau sebelum manjadi adik ipar saya sudah menjadi ketua DPRD dan sudah banyak berbuat untuk Kota Lubuklinggau,” tegasnya.

“Dan itu merupakan pendapat saya pribadi kalau ada yang berpendapat lain silakan saja,” ucap Nanan.

Walikota 2 periode ini mengajak warga kota Lubuklinggau untuk memberikan dukungan kepada sosok pemimpin yang siap untuk mengabdi membangun Kota Lubuklinggau.

“Kalau memilih Calon Legislatif okelah tidak begitu memperhatikan kriteria, Karena DPRD sifatnya kolektif kolegial.
Namun untuk memilih Walikota haruslah yang mempunyai visi dan misi yang jelas. Yang mau mengabdi, yang berpengalaman di perintahan,” ajaknya.

Menyinggung soal kriteria pendamping HRW, menurut Nanan tidak ada kriteria khusus

“Rodi Wijaya terus melakukan komunikasi politik terhadap semua pihak. Baik terhadap kalangan politisi, birokrat dan sebagainya. Mengenai wakil yang akan mendampingi, mengalir saja nanti pasti akan ada yang pantas ” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan masyarakat harus bisa melihat rekam jejak seorang calon itu. Mana yang ikhlas berbuat untuk masyarakat. Tidak hanya sekedar untuk kepentingan politik atau menggapai kekuasaan semata, rekam jejak itu bisa dilihat selama sang calon berada di kota lubuklinggau ini.

Bukan karena kehendak politik baru ingin berbuat. Tidak cukup pernah berada di dalam pemerintahan saja, akan tetapi selama ini memang berbuat.

“ Jadi masyarakat harus menilai seperti itu, apa yang sudah dilakukan seorang calon , bukan hanya tercatat saja tapi memang sudah berbuat dan menghasilkan karya,” ujarnya

Kenapa harus sedalam itu menilainya ??

Menurut Nanan, karena jabatan sebagai walikota itu masanya sampai 5 tahun. Jadi kalau tidak benar maka arah kebijakan, maka pembangunan kota lubuklinggau bisa mundur. Oleh karenanya masyarakat harus hati-hati memilih. Lubuklinggau tidak membutuh orang baru mau belajar, melainkan Lubuklinggau butuh orang ikhlas dan memiliki pengalaman. Membangun dengan rekam jejak jelas. Terbukti berbuat, bukanya baru berbuat karena ada syahwat politik semata.

“Aku pikir sebagian besar wong Linggau memiliki pemikiran cak itu. Walaupun ado yang memang masih bepikir seperti saat pileg. Yang terekam diutaknyo cuma berpikir transaksional. Tapi menurut pengalaman aku pilkada idak segampang pileg. Memang galo wong butuh duit, tapi aku yakin dipilkada ini wong Linggau masih banyak jugo yng punya hati nurani,” tutupnya dengan dialek kental khas Wong Kito Galo ***. (Tim Redaksi)

Array
Related posts