Warga Kota Lubuklinggau Pinta Dinsos Data Ulang Keluarga Miskin

LUBUKLINGGAU, BS – Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, Hasan Andria UY bersama Tim Dinsos melakukan  verifikasi sekaligus pengecekan ke rumah-rumah warga yang masuk kategori miskin ekstrim di delapan kecamatan se- Kota Lubuklinggau pada Senin (31/10/2023).

“Baik warga miskin ekstrim maupun warga yang belum mendapat bantuan terus kita update. Karena kita ingin tahu berapa banyak warga kita yang belum menerima bansos. Data ini sangat penting supaya kita bisa bertindak cepat ” ujar Hasan.

” Alhamdulilah dari hasil pendataan kita tadi, dari 55 KK jumlahnya terus mengalami penurunan. Kita kroscek dengan data penerima Bansos terbaru, terdata ada 19 KK sudah tercatat sebagai penerima Bansos,” ungkap Hasan.

Pendataan dilakukan dengan membentuk dua tim. Tim pertama dipimpin langsung Kadinsos untuk mengkroscek data di 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Lubuklinggau Barat II, Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau Utara I dan Lubuklinggau Utara II. 

Sementara tim kedua dipimpin Kabid Penanganan Kemiskinan, Seh Taslim. Untuk Kecamatan. Masing-masing 3 Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Lubuklinggau Selatan II dan Lubuklinggau Timur I.

“Sebagian dari mereka, sebanyak 19 KK sudah kita pastikan terdata sebagai penerima Bansos, salah satunya tadi sebagai penerima PKH. Sisanya, sudah kita usulkan masuk DTKS, agar bisa diproses di Kemensos untuk segera mendapat Bansos,” tegasnya.

Namun dari pantauan media ini, ketika menyambangi warga dibeberapa kelurahan terkait update data keluarga miskin tersebut masih banyak KK di Lubuklinggau yang belum terakomodir. Dan mengeluhkan nya pada media ini. Seperti di Kelurahan Air Temam dan Lubuk Kupang Kec. Lubuklinggau Selatan I.

Dari narasumber yang tak mau disebutkan identitasnya ini menyampaikan “Kami yang hanya buruh serabutan, rumah ngontrak, anak sekolah semua. Belum pernah mendapat bansos” ujar warga RT 3 Kelurahan Lubuk Kupang ini.

Bahkan dirinya mengungkapkan disinyalir banyak yang sudah sejahtera kehidupannya. Bertahun-tahun masih ada label ” KELUARGA MISKIN” dinding rumahnya.

” Kami berharap pihak Dinsos jangan hanya kroscek data dikantor Lurah saja, tapi data ulang kerumah-rumah. Dan jangan hanya andalkan laporan pak RT tapi sambangi oleh petugas khusus dari pihak Dinsos langsung ” sungutnya ***

(J4D)

 

Array
Related posts