Menanti “Banteng” Berlaga di Pilkada Musi Rawas” Azandri atau Yudi Fratama?.

Musi Rawas, BS – Gong Pilkada serentak mulai ditabuh. Begitu pun di Musi Rawas. Balon Kada & Wakada mulai bermunculan. Baik melalui jalur darat (Baliho) maupun jalur udara (medsos). 

 

Tak hanya balon yang berasal dari parpol. Balon dengan latar belakang pengusaha dan yang berasal dari birokrat, digadang-gadang siap maju di palagan pilkada Bumi Serasan Sekentenan ini.

 

Salah satu parpol yang disebut-sebut akan mengutus kader terbaiknya bertarung di arena Pilkada Mura, baik sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati ini adalah PDIP. 

 

Tentu ini tak mengherankan, karena memang sudah seharusnya dan semestinya. Bagaimana tidak, sejak era Pilkada langsung (2005), khususnya di Musi Rawas, belum pernah kader terbaik PDIP memenangkan Pilkada di Musi Rawas ini.

 

Jangankan menang, bahkan, belum pernah kader terbaik partai berlambang banteng ini maju ke arena Pilkada. Padahal, di arena Pileg, pasca tumbangnya rezim Orde Baru, PDIP hampir selalu menjadi jawara. 

 

Memang, di kompetisi Pilkada langsung tahun 2005, Ridwan Mukti (RM), cakada yang diusung PDIP memenangkan pertarungan. Namun, semua orang tahu bahwa RM adalah kader Partai Golkar. 

 

Pilkada-pilkada berikutnya, PDIP memasang kader karbitan untuk mengarungi kontestasi Pilkada Mura yang hasilnya sudah bisa ditebak, kalah.

 

Di Pilkada Mura 2024 ini, ada 2 sosok kader terbaik PDIP yang ditengarai akan maju, baik sebagai orang nomor 1 maupun nomor 2, yakni Azandri (Ketua DPRD Musi Rawas 2019-2024) dan Yudi Fratama (Ketua DPRD Musi Rawas 2014-2019). 

Dua sosok milenial ini, memiliki popularitas yang tinggi. Selain sama-sama pernah menduduki kursi pimpinan DPRD Mura, mereka telah terbukti mampu berturut-turut terpilih sebagai anggota legislatif. Azandri 4 periode dan Yudi Fratama 3 periode. 

 

Selain itu, keduanya dinilai cukup memiliki modalitas finansial. Modalitas yang sangat urgen bila berkaca pada Pemilu Legislatif kemarin, di mana money politik berlangsung sangat massif dan ugal-ugalan. 

 

Soal loyalitas dan militansi sebagai kader PDIP pun, keduanya tak perlu diragukan lagi. Berdirinya kantor PDIP di pusat ibukota kabupaten yang memiliki 14 Kecamatan ini sebagai bukti sahih. 

 

Tak bermaksud jumawa, di Musi Rawas ini, mana ada DPC partai yang memiliki kantor sebesar dan semewah PDIP?

 

Pilkada sebelumnya sepertinya cukup menjadi pelajaran bagi PDIP. PDIP adalah primadona. Kader karbitan bukanlah solusi. Selain tak pasti ideologinya, militansinya pun diragukan. Belum lagi kemampuan menggerakkan mesin partai, pun seberapa besar kemampuan finansialnya.

 

Maka, sudah saatnya, DPP PDIP berani mengirim kader terbaiknya ke medan laga bernama Pilkada Musi Rawas. **(Red)

 

 

Array
Related posts