Anggota Komisi II Bakal Panggil Diskop UKM Perindag Sumenep Soal Pengadaan Tenda Tahun Anggaran 2023

Sumenep, BS – Soal pengadaan tenda yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep. Terus menjadi perbincangan hangat dikalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep. 

 

Kali ini Anggota komisi II DPRD Sumenep Gunaifi Syarif Arrodhy menyoroti pengadaan tenda itu. Pengadaan tenda itu seharusnya tidak dianggarkan jika kemudian tidak mau dipakai. Artinya, jangan main-main soal anggaran. 

 

“Seharusnya itu difikirkan secara matang, apapun yang sudah dianggarkan memang benar-benar dibutuhkan dan peruntukannya harus jelas,” paparnya. 

 

Menurutnya, Lanjut politisi PAN itu, Dinas itu harus benar-benar matang dalam melakukan perencanaan. Jika pengadaan itu tidak digunakan secara maksimal berarti dalam perencanaannya masih main-main. 

 

“Ayo jangan main-main kalau mau membangun kota keris ini. Kebijakan seperti itu harus segera dievaluasi,” jelasnya. 

 

Tak hanya itu, atas kejadian ini, Gunaifi bakal melakukan pemanggilan terhadap Dinas terkait untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Jika dibiarkan, hal seperti ini bakal mencoreng jargon Bupati Sumenep ‘Bismillah Melayani’. Bahkan ia menilai hal ini merupakan salah perencanaan. 

 

“Secepatnya saya akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas terkait. Saya bakal sikapi serius hal ini,” jelasnya. 

 

Masih dengan Gunaifi, pihaknya merasa sangat kecewa atas adanya perencanaan itu. Seharusnya jika memang tidak digunakan secara maksimal, maka dianggarkan ke yang lainnya saja yang asas manfaatnya jelas dan dirasakan oleh masyarakat. Dengan demikian, hal ini patut diduga hanya buang-buang anggaran saja. 

 

“Jadi kan eman-man tuh anggaran. Mending dianggarkan ke yang lainnya yang sekiranya benar-benar dibutuhkan dan manfaatmya bisa dirasakan bagi masyarakat,” jelasnya. 

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya. Diskop UKM Perindag melakukan pengadaan tenda pasar Minggu yang dianggarkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada tahun 2023. Ironisnya tenda itu sampai hari ini tidak digunakan secara maksimal. Pengadaan tenda itu menelan anggaran sebesar Rp 60. 000.000 juta.**(JD)

Array
Related posts